Image of Jatuh Cinta Lagi ; Catatan Pribadi Penulis Lirik & Pencipta Lagu

Text

Jatuh Cinta Lagi ; Catatan Pribadi Penulis Lirik & Pencipta Lagu



Buku Jatuh Cinta Lagi: Catatan pribadi penulis lirik & pencipta lagu, Wieke Gur termasuk buku berbagi resep. Adalah sebuah kejutan, ketika seorang Wieke Gur – yang menurut pengakuannya sendiri – dulu adalah seorang yang pemalu dan pendiam serta tidak percaya diri dan tidak mudah bergaul akhirnya bersedia membuka ketertutupannya karena hasil provokasi sahabat-sahabatnya, Ria Leimena & Kafi Kurnia.

Buku ini ditulis dengan bahasa yang sangat sederhana, lugas dan jelas serta mengalir indah dan juga memperkaya hidup karena terselip kata-kata bijak sebagaimana Wieke Gur menulis lirik-lirik lagu yang tak hanya bertaraf nasional, tapi juga internasional karena memenangkan World Popular Song Festival di tahun 1986 lewat Seandainya Selalu Satu yang juga mengantar Harvey Malaihollo menjadi penyanyi terbaik di ajang itu.

Kisah bagaimana lagu-lagu ditulis dan prestasi yang dicapai sebuah lagu serta latar belakang penciptaan lagu-lagu, bisa ditemui di buku ini. Ini tentunya bisa menjadi semacam resep/tips/referensi bagi para pencipta lagu yang ‘mandeg’ karena tak tau apa yang harus ditulis. Wieke Gur menulis bagaimana ia menyelesaikan lagu Ayun Langkahmu setelah sempat mengalami kebuntuan dan tak mampu lagi menulis. Ketika terbangun dari tidur, matahari membangunkannya dari kesedihan. Dan, jadilah lagu yang optimis ini.

Buku ini juga membuka rahasia “perkawinan” Wieke Gur & Elfa Secioria; proses pertemuan, kolaborasi & “perkawinan” yang membawa kedua orang itu menjadi penghasil lagu-lagu bermutu di tahun 1980an lewat ajang Festival Lagu Populer Indonesia, sebuah ajang adu kreativitas membuat lagu berkualitas yang sayang harus berhenti di tahun 1991.

Di buku ini, Wieke Gur juga mengakui kelemahannya yang sempat tidak mendokumentasi beberapa karyanya. Kelemahan ini bukanlah milik Wieke Gur semata. Beberapa pengarang lagu Indonesia sering menganggap enteng pentingnya dokumentasi dan ketika mereka tersadar ingin mendapatkan karyanya, mereka harus mengunjungi pasar loak untuk mencari jejak mereka yang hilang atau menulis status di situs jejaring sosial, FACEBOOK, untuk minta pada siapa yang masih menyimpan karya mereka. Beruntunglah Wieke Gur yang punya teman-teman yang masih memiliki karya-karyanya.

Jika ada yang kurang dari buku ini, itu adalah tidak dicantumkannya di album/kaset mana lagu itu berada. Rasanya ini juga perlu untuk mengingatkan bahwa lagu itu memang pernah ada di belantika musik Indonesia dan bisa menjadi bukti untuk anak cucu.

Lepas dari kekurangan itu, membaca buku ini memang membuat kita “jatuh cinta lagi” pada karya-karya Wieke Gur yang berkualitas, indah, sederhana dan nyata, seperti komentar Elfa Secioria, “belahan jiwa”nya dalam berkarya.


Ketersediaan

F2PR2-1813 Gur j C1Perpustakaan Kampus 2 - Jln. Raya Tajem Km 1,5 Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta. (-)Tersedia
F2PR2-2813 Gur j C2Perpustakaan Kampus 2 - Jln. Raya Tajem Km 1,5 Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta. (-)Tersedia
F2PR2-3813 Gur j C3Perpustakaan Kampus 2 - Jln. Raya Tajem Km 1,5 Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta. (-)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
813 Gur j C
Penerbit PT. Andal Krida Nusantara : Indonesia.,
Deskripsi Fisik
234 hlm, 12 x 18 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-979-1038-20-1
Klasifikasi
Novel
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
Koleksi Perpustakaan Kampus 2 - Jumlah 3 eksemplar
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this