<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="4931">
 <titleInfo>
  <title>Subsidi bahan Bakar Minyak (BBM) &amp; Perekonomian Indonesia</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Y. Sri susilo</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Gosyen Publishing</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xxiv,120 hlm;16 x 23 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kebijakan subsidi tidak dapat diberlakukan secara terus menerus. Di samping itu, jika subsidi harus diberikan maka harus diberlakukan secara adil, selektif dan tepat sasaran dengan jangka waktu yang terbatas. Tingkat subsidi yang diberikan harus secara bertahap (gradual) dikurangi sehingga sampai jangka waktu tertentu subsidi dapat dihilangkan sama sekali. Penurunan atau pengurangan subsidi pada awal dikenakan terbesar pada jenis BBM yang relatif sedikit dikonsumsi oleh masyarakat dan produsen. Kemudian secara bertahap dan gradual pengurangan subsidi dilakukan kepada jenis BBM lainnya. Prinsip subsidi silang atas produk-produk BBM yang selama ini diterapkan harus tetap dilakukan dengan perhitungan yang lebih cermat dan realistis. Penurunan / pengurangan subsidi BBM secara bertahap juga mendukung upaya konservasi energi, karena BBM termasuk sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui (unrenewable resources). Sejalan dengan hal tersebut, maka diperlukan program sosialisasi yang dilakukan secara transparan dan berkesinambungan. Dengan program tersebut diharapkan konsumen BBM dapat memahami kebijakan tersebut dan kemudian menjadi konsumen yang rasional.</note>
 <note type="statement of responsibility">Penulis, Sri Susilo</note>
 <subject authority="">
  <topic>BBM</topic>
 </subject>
 <classification>Ekonomi</classification>
 <identifier type="isbn">9786029018714</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UNRIYO LIBRARY PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA (UNRIYO)</physicalLocation>
  <shelfLocator>328.9598 Sus s C-1</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">12011-1</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Kampus 1 - Jln. Laksda Adi Sucipto Km 6,3 Depok, Sleman, Yogyakarta.</sublocation>
    <shelfLocator>328.9598 Sus s C-1</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>4931</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-03-23 15:55:33</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-03-23 16:01:40</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>